Rindu Marhabaan

 

syair-manakib-al-barzanji
Ilustrasi: susana marhabaan

Bagi kalangan nahdliyin membaca kitab albarzanji adalah rutinitas -Setidaknya-mingguan.  Terutama pada setiap malam jumat,  atau malam perayaan maulid nabi dan ketika selametan kelahiran bayi.  Untuk selamatan bayi biasa dibacakan albarjanji usai penyembeliham hewan aqikah. Kami menyebutnya marhabaan.

Bagiku,  sampai akhir tahun 2004, masih sangat akrab dengan kegiatan baca albarjanji itu,  yakni saat masih mondok di pesantren Nurul Huda Ciumbuleuit Kota Bandung.  Di pesantren asuhan KH M Mansyur tersebut,  albarjanji dijadikan semacam talaran wajib bagi setiap santrinya.  Setiap malam Jumat di sana di laksanakan latihan ceramah, kami menyebutnya khitobahan,  di mana membaca albarjanji dijadikan penutup rangkaian khitobahan. Ada rasa khidmat yang mendalam ketika para santri menyanyikan salawat badar yang populer itu. 

Namun setelah lepas dari pesantren, sampai ini hari aku belum lagi mengikuti bacaan albarjanji berjamaah. Jujur saja kangen dengan suasana khidmat model itu. 

Nama kibannya sendiri adalah almwlud,  namun masyarkat muslim kita lebih mengenalnya kitab Albarzanji. Albarzanji sendiri adalah nama ulama yang menyusun kitabnya,  yakni syeh Jafar ibnu Hassan Albarzanji.  Kitab ini memuat tiga hal :1). Cerita tentang perjalanan hidup Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan satra bahasa tinggi. 2). Syair-syair pujian dan sanjungan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah. 3). Shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s