Surat Pelantikan

SAYA 7/11, pagi sekitar pukul 7.55 WIB, saya tiba di ruangan dosen Ilmu Komunikasi. kudapati di mejaku ada surat berkop Rektor Unikom. Dalam keheranan, lalu aku membuka surat tersebut, dan ternyata isinya adalah surat undangan pelantikan.

InsyaAllah Rabu 9/11 saya akan dilantik sebagai sekretaris program studi Ilmu Komunikasi, mendampingi Ketua Prodi, Dr. Rismawati, untuk periode 2016-2018. Sejujurnya dadaku tak lantas jadi plong setelah membaca surat itu, tapi kebayang bagaimana stumpuk tugas yang akan aku pikul. Dan bagaimana pula kalau aku kurang mampu menjalannya.

Saya sendiri belum sedikitkpun berekspektasi untuk menjadi pejabat struktutal di Program Studi. Mengani hal ini sudah sempat diutarakan kepada rekan-rekan dosen,  baik senior maupun yunior. Saya sampakian kepada mereka, bahwa saya berencana untuk melanjutkan studi Doktoral pada 2017 mendatang.

Curhatan saya itu, sama sekali bukan basa basi, tetapi sepenuh hati, saya belum siap jadi wakil ketua prodi alias sekretaris prodi untuk saat ini. Saya percaya mereka memahami curhatan saya tersebut, namun entah bagaimana, mereka keukeuh ‘mencalonkan’ku dalam diam. Kenapa dalam diam? Iya, karena saya tidak secara terang benderang dikabari prihal dukungan mereka padaku.

Bahkan sampai kepada rapat dengan Dekan Fisip, untuk menentukan para calon, Kaprodi dan Sekprodi, pendirian saya masih istiqomah, saya enggan masuk bursa pemilihan. Sampai detik-detik terakhir voting, saya masih pegang tuh komitmen. Dan saya utarakan hal itu kepada Dekan. Namun apa jawab Dekan? Yang ada di ruangan rapat ini tak ada seorang pun yang boleh menolak perintah.

Saya terdiam, tak kuasa mendebat apa yang sudah ditegaskan Dekan tersebut. Saya lirik kanan dan kiri, para dosen tampak kebingungan, untuk menentukan siapa Sekretaris Pordi. Oh iya, saat itu, kalau ketua Prodi, dipilih secara aklamasi, yang tiasa lain, menujukan Ibu Dr. Rismawati.Ada beberapa hal, kenapa aklamasi: Beliau sudah menyelesaikan program doktoral,  kepangkatan sudah cukup, dan tentu seabrek alasan lainnya.

Kembali menyoal pemilihan wakilnya. Sampailah pada saat dimana nama saya dan dua kandidat lainnya di pilih. Tanpa ku duga, saya mendapatkan 80 persen suara. Dalam hati, saya langsung melafalkan ‘Innalillahi wainna ilahi rojiun’ lahaula walaaquwwata illa billah…..”.

Tuhan berkehendak lain, rencana studi di tahun 2017, tampaknya kandas, mengingat, di masa menjabat struktutal, seorang dosen tidak boleh melanjutkan studi, terlebih lagi kuliah di Luar negeri. Masuk akal sih..mengingat tugas di Prodi tidak sederhana. Apalagi di Program studi Ilmu Komunikasi, yang jumlah mahasiswanya di atas seribu mahasiswa. Tidak sederhana..

Apalah niatan dan rencana, kalau Tuhan berkehendak lain, itulah ketentuannya yang harus diaminkan. Semoga saya mau dan mampu menjalankan amanah ini. allahu ‘alam. *

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s